Selasa, 13 Juli 2010

HAKIM CERDIK

Harun al-rasid berkata kepada abu yusuf,seorang hakim agung pada masa itu,”bagaimana pendapatmu tentang semangka dan buah melon? mana yang lebih enak dan lebih manis?” abu yusuf,hakim cerdik,berkata,”baginda raja saya tiidak bisa memutuskan atau menghukumi dua pihak berperkara yg tidak hadir.” Maka harun al-rasyid menyuruh pelayannya untuk menghadirkan dua buah yang disebutkan tadi.setelah tersedia,abu yusuf menyicipi sesuap dari buah semangka dan sesuap dari buah melon sampai masing-masing keduanya habis setengahnya.kemudian beliau berkata,”wah, baginda raja,saya tidak melihat dua pihak berpekara yang lebih sengit dari keduanya. ketika saya akan memutuskan mana yang lebih manis diantara dua buah tersebut yang satunya mengajukan argumentasi yang sangat kuat pula sehingga saya mencicipinya harus lebbih banyak.”

ORANG BURUK RUPA BERISTRI CANTIK

Pada suatu hari imran bin hathan menemui istrinya. Imran itu adalah orang yang buruk rupa: kecil dan pendek. Sementara itu istrinya sangat cantik. Ketika ia memandangi istrinya,semakin tersa kecantikan parasnya sehingga ia tidak mampu menahan untuk terus memandanginya. Istri imran bertanya,” ada apa denganmu memandang terus?” imran berkata,”Alhamdulillah, demi Allah engkau sungguh cantik.”istri ‘imran berkata,” berbahagialah engkau sebab saya dan dirimu akan masuk surga!” imran bertanya, dari mana kamu tahu kita akan masuk surga?” istrinya berkata,”engkau kan di anugrahi orang sepertiku(wanita cantik) sehingga engkau bersyukur. Sedangkan saya di beri cobaan mendapatkanmu dan saya bersabar. Orang sabar dan yang bersyukur akn masuk kedalam syurga, kan?”

BERANDALAN MASUK SURGA


Nabi Muhammad Saw. Menyebutkan bahwa di kalangan bani israil dulu ada seorang berandalan. Ia tidak pernah “ absen” melkuakan dosa. Suatu saat datang seorang perempuan menemuinya.ia memberikan uang sebanyak enam puluh dinar kepada perempuan tersebut dengan syarat ia dapat berhubungan seks dengannya. Ketika berandalan initelah berada diatas tubuh perempuan tersebut, tiba-tiba tubuh perempuan ini bergeter dan menangis. Ia berkata,” kenapa engkau menangis?”si perempuan menjawab,’Tidak, hanya tindakan ini adalah tindakan yang belum pernah saya lakukan sama sekali. Saya meladeni kamu karena saya terpaksa oleh kebutuhan makan,”si berandalan berkata,”engkau mau melakukan inisementara engkau belum pernah melakukannya sama sekali? Ya, sudah pergi dan bawa uang itu untuk mu!” setelah kejadian tersebut berandalan ini berkata,” Demi Allah, saya bersumpah tidak akan maksiat lagi kepada Allah.” Pada malam itu juga orang tersebut meninggal. Ketika waktu pagi tiba, diatas pintunya tertulis sebuah kalimat,” Allah telah mengampuni berandalan ini.” Orang-orang pada merasa kaget atas keadaan tersebut.

JATUH DARI TANGGA


Ada dua orang bersaudara. Yang satu ahli ibadah dan yang satunya lagi tukang maksiat.suatu hari si ahli ibadah digoda oleh nafsunya untuk mengikuti syahwatnya nafsunya memprovokasi bahwa dirinya sudah sangat lama menghabiskan umurnya dalam beribadah. Ia berandai-andai bahwa jika dirinya selesai melampiaskan nafsunya, ia akan segera tobat karena dirinya mengetahui bahwa Allah maha pengampun dan maha penyayang. Dalam hatinya tukang ibadah berkata,”saya akan turun kelantai bawah tempat saudara ku berada. Saya akan mengikuti apa yang dilakukan olehnya ( yaitu melampiaskan nafsu dengan berbagai bentuk maksiat dan kesenangan ).setelah itu saya akan bertobat dan menghabiskan umurku untuk bribadah kepada Allah. Maka turunlah dia kelantai bawah sambil membawa niat tersebut.
Adapun saudaranya yang tukang maksiat,dalam hatinya, berkata,” saya telah menghabiskan umurku dalam kemaksiatan. Sedangkan saudaraku terus-terusan beribadah. Saudaraku akan masuk surge sedangkan saya akan masuk kedalam neraka. Demi Allah,saya akan tobat dan naik ketempat saudaraku untuk ikut serta beribadah dengannya. Saya akan menggunakan sisa umurku untuk beribadah. Semoga Allah memaafkanku.”Maka ia naik keatas untuk menemui saudaranya dengan niat tersebut.
Samentara itu, saudaranya yang sedang diatas dan bermaksut untuk turun kebawah niat untuk ikut melakukan maksiat sedang menuruni anak tangga. Tiba-tiba,kakinya terkilir dan jatuh ke bawah. Jatuhnya tepat sekali menimpa saudaranya yang akan naik keatas dengat niat mau bertobat.keduanya meninggal seketika. Si tukang ibadah dibangkitkan oleh Allah dalam keadaan berniat maksiat sedangkan si tukang maksiat di bangkitkan oleh Allah dalam keadaan berniat untuk ibadah.

MEMPERMAINKAN ALLAH

Mansur bin amar berkata, “ saya mempunyai seorang kawan yang tak henti – hentinya melakukan maksiat. Suatu saat dia bertaubat. Saya melihatnya banyak melakukan ibadah dan shalat tahahhud. Beberapa hari saya kehilangan dia. Saya mendapat kabar bahwa dia sakit. Saya pergi untuk menjenguknya. Saat itu saya disambut oleh putrinya dan bertanya,’ mau menemui siapa?. ‘ mau kesianu jawab saya. Putri kawan saya mengijinkannya. Saya masuk kedalam rumah dan saya lihat ternyata dia berbaring diruang tengah. Mukanya kelihatan hitam, matanya belalakan , dan bibirnya sangat keras. Saya berkata pada dia. Saat itu saya merasakan saya takut terhadapnya. Kawan perbanyak mengucap kalimat La ilaha Illallah!’ ia membuka kedua matanya dan melihat padaku dengan mata yang sangat merah lalu pingsan. Setelah siuman, saya berkata lagi kepadanya, “kawan, perbanyaklah mengucapkan Lailahailllallah” saya mengucapkan kata tersebut sebanyak 2 kali. Ia membuka kedua matanya lalau berkata, ‘wahai Mansur, saudaraku! Kalimat itu telah terhalang terucapkan olehku,’
“mendengar kata-kata dia saya spontan bertutur; tidak ada daya dan kekuatan kecuali oleh Allah yang maha luhur dan maha agung.’ Kemudian saya berkata lagi padanya,’ dimana shalat,puasa,tahajud,dan ibadah malammu itu?’ ia menjawab,’ semua itu saya persembahkan bukan untuk Allah. Tobat ku hanya pura-pura. Saya melakukan itu semua tiada lain kecuali supaya disebut-sebut oleh orang banyak sebagai orang saleh. Saya melakukan semua itu hanya untuk pamer kepada orang lain. Ketika saya menyendiri ,saya mengunci pintu, merubaikan tirai rumah,dan saya meneguk minuman memabukkan.sayam menampakkan berbagi maksiat kepada Tuhanku. Saya melakukan hal tersebut sangat lama. Suatu saat saya tertimpa penyakit yang sangat berbahaya.saya berkata kepada putriku,’ tolong Ambilkan Al-Qur’an!’ setelah Al-Qur’an berada ditanganku, saya berkata,’Ya Allah, demi kebenaran Al-Qur’an yang agung ini, berikanlah kesembuhan kepadaku dan saya tidak akan melakukan dosa selama-lamanya.’ Allah pun memberikan kesembuhan kepadaku. Ketika saya telah sembuh,saya kembali lagi pada kebiasaanku,yaitu mabuk dan melahap kesenangan lainnya. Setan pun melupakan janji yang telah saya tuturkan kepada tuhanku.saya meneruskan kebiasaan berdosa.tidak lama kemudian saya menderita sakit yang sangat parah dan hamper merenggut nyawa. Saya meminta kepada keluagaku untuk memindahkan saya keruang tengahsebagaimana kebisanku kalau sedang sakit. Kemudian saya meminta diambilkan Al-Qur’an, lalu saya membacanya kemudian mengangkatnya.saya berdoa,’Ya Allah, demi kehormatan apa yang ada di dalam Al-Qur’an yang mulia ini,berupa kalam-Mu,saya meminta engkau memberikan kesembuhan kepadaku.’ Allah pun saat itu mengabulkan doaku. Tidak beda dengan sebelumnya saya menyantap maksiat. Tidak lama kemudian saya terkena penyakit ini. Saya meminta kepada keluargaku untuk di pindahkan (dari kamar) keruangan tengah sebagaimana yang engkau lihat sekarang. Saya meminta diambilkan Al-Qur’an untuk dibaca. Namun, aneh sekali, tidak satu huruf pun yang tampak di dalamlembaran Al-Qur’an terrsebut. Saya tahu bahwa Allah Swt. Marah kepadaku. Lalu saya mengangkat kepala kelangit sambil berdoa.’Ya Allah, demi kehormatan Al-Qur’an ini, berikanlah kesembuhan kepadaku, wahai Dzat penggenggam langit dan bumi.’ Tiba-tiba saya mendengar suara tanpa jirim (hatif) yang berbentuk syair; Engkau bertaubat ketika sakit dan kembali kepada dosa ketika sehat sering sekali kesusahan mu berkali-kali engkau dijauhkan dari petaka yang menimpamu apakah engkau tidak khawatir kematian datang menimpamu padahal dirimu dalam dosa yang terus engkau lupakan
Manshur bin amar berkata,” Demi Allah, tidaklah saya keluar dari rumahnya sehabis menjenguk, melainkan mataku penuh dengan berbagai pelajaran. Belum juga saya sampai ke pintu rumah, tiba-tiba saya mendapat kabar bahwa ia telah meninggal.

Orang Buta Jadi Korban


Suatu saat Nabi Musa bermunajat kepada allah dibukit thursina. Di antara munajat yang dilanjutkannya adaalah,”Ya ALLAH, tunjukkanlah keadilan –Mu kepada ku!” Allah berkata kepadanya,”jika saya menampakkan keadilan-ku kepadamu,engkau tidak dapat sabar dan tergesah-gesah menyalahkan-ku.””dengan taufik-mu aku akan bersabar menerima dan menyaksikan keadilan-mu.” Allah berkata,”Kalau begitu , pergilah engkau ke mata air anu! Bersembunyilah engkau di dekatnya dan saksikan apa yang akan terjadi!”

Musa pergi ke mata air yang ditunjukkan kepadanya. Dia naik keatas sebuah bukit danbersembunyi.tidak lama kemudian datanglah seorang penunggang kuda. Dia turun dari kudanya,lalu wudhu,dan meminum air. Setelah itu dia shalat dan meletakkan sebuah kantong di pinggirnya yang berisi seribu dinar.

Setelah menyelesaikan shalat, penunggang kuda tadi bergegas pergi dan sangat terburu-buru sehingga ia lupa terrhadap kantongnya. Tidak alma kemudian datanglah seorang anak kecil untuk meminum air dari mata air itu. Ia melihat ada sebuah kantong lalu mengambilnya dan langsung pergi.

Setelah anak kecil itu pergi,dating seorang kakek tua yang buta. Ia mengambil air untuk diminumnya lalu wudhu dan shalat, datang penunggang kuda yang ketinggalan kantong itu. Dia menemukan kakek buta itu sedang berdiri dan akan segera beranjak dari tempatnya. Sipenunggang kuda itu berkata,”kamu pasti mengambil kantongku yang berisi seribu dinar itu disini. Ia berkata bagaimana saya bias mengambil kantong mu sementara mataku tidak dapat melihat?” penunggang kuda itu berkata,” kamu jangan berdusta! Sebab,tidak ada orang lain selain kamu.” Si kakek buta berkata,”betul saya berada disini sendiria. namun , kamu kan tahu mataku tidak dapat melihat.” Sipenunggang kuda berkata,” mengambil kantong itu tidak hanya dengan mata, Dungu! Tetapi dengan tangan! Walaupun mata kamu tidak melotot, tanganmu tetap dapat digunakan.

Akhirnya,si kakek buta itu di bunuh si penunggang kuda. Setelah sikakek dibunuh , ia menggeledahnya untuk menemukan kantongnya. Namun, ia tidak menemukannya. Maka, ia pergimeninggalkan mayat kakek buta tesebut.

Ketika musa melihat kejadian itu, dia berkata,”Ya Tuhan, sungguh saya tidak sabar atas kejadian itu. Namun, saya yakin engkau sangat adil. Kenapa kejadian mengenaskan itu bias terjadi?”

Tidak lama kemudian datanglah malaikat jibril dan berkata,”Allah memerintahku agar menyampaikan penjelasan-Nya kepadamu. Dia menyebutkan bahwa diri-Nya sangat mengetahui hal-hal gaib yang tidak engkauketahui. Dia menyebutkan bahwa anak kecil yang mengambil kantong adalah mengambil haknya. Dulu, ayahnya pernah bekerja pada si penunggang kuda itu namun ia tidak membayar secara zalim. Jumlah yang harus dibayarkan kepada ayah anak itu adalah sejumlah yang ada dalam kantong itu. Adapun kakek buta adalah orang yang membunuh ayah anak kecil itu sebelum mengalami kebutaaan.”